Saat itu kebetulan hari bulan mati, jadi suasana gelap gulita. Saya berjalan mengendap-endap… dari agak jauh terdengar suara kresek-kresek dan nafas ngos-ngosan, rudi sempat terdiam sejenak karena debar jantung sudah nggak karuan seperti gunung mau meletus.
Setelah agak lama terdiam suara itupun tetap tidak menghilang Rudi paksakan diri untuk melanjutkan langkah kaki. Suara itu semakin keras terdengar dan sorot sinar sebesar kelereng pun terlihat didepan Rudi. Rudi terkejut dan langsung berlari sekuat-kuatnya… lalu apa yang terjadi… Rudi jatuh babak belur dan suara teriak anjingpun membelah sepinya malam. Ternyata yang Rudi dengar, lihat dan Rudi tabrak adalah dua ekor anjing yang sedang asik bermain di tengah kegelapan jalan yang Rudi lewati. Anjing-anjing itupun berlari saling tabrak menabrak, dan karena saling tabrak, maka anjing itupun berteriak sejadi-jadinya… “kaing, kaing, kaing…” Selanjutnya sepi… tinggal Rudi yang merintih menahan sakit karena kedua kaki dan dagu Rudi babak belur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan Komentar :